Fatimah al-Fihri; Pendiri Universitas Pertama di Dunia

Fatimah al-Fihri; Pendiri Universitas Pertama di Dunia

Peradaban Islam telah berkonstribusi besar dalam melahirkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Terdapat serentetan nama cendekiawan muslim yang memberikan sumbangsih signifikan dalam dunia intelektual. Salah satunya adalah tokoh wanita yang telah memelopori berdirinya Universitas al-Qarawiyyin hingga mendapatkan julukan umm al-banîn pada masanya. Sosok ini adalah Fatimah al-Fihri.

Ia lahir pada tahun 800 M di kota Qairouan, Tunisia. Ayahnya adalah Muhamad al-Fihri, saudagar kaya raya, yang berimigrasi bersama keluarganya ke kota Fes setelah pemberontakan terhadap penguasa Qairouan, Aghlabid, gagal pada tahun 818 M.

Fes merupakan kota yang baru saja berdiri sebelum kedatangan para pengungsi Qairouan dan keluarga al-Fihri memiliki peran yang cukup signifikan dalam mengembangkan kota tersebut. Ayah Fatimah Al-Fihri terlibat aktif dalam kegiatan masyarakat lokal.

Walaupun berasal dari keluarga berada, Fatimah Al-Fihri tidak tumbuh menjadi sosok yang sombong dan angkuh. Ia justru memiliki kepekaan yang tinggi terhadap keadaan sekitar. Di usia remaja, ia telah menunjukkan semangat besar untuk memakmurkan dan menebarkan kebaikan di tengah masyarakat. Selain kegiatan sosial, ia bersama saudarinya, Maryam, terlibat aktif dalam membangun dinamika intelektual di kota Fes.

Fatimah al-Fihri membangun masjid al-Qarawwiyyin yang digunakan sebagai tempat pembelajaran ilmu-ilmu agama seperti halnya tafsir, hadis dan fikih. Seiring dengan banyaknya masyarakat yang antusias dalam mengikuti majlis ilmu ini, maka berdirilah Universitas al-Qarawwiyyin pada awal Ramadhan 245 H atau bertepatan dengan 30 Juni 859 M di Kota Fes. Selain mengajarkan ilmu agama, Universitas ini menambahkan beberapa kurikulum umum seperti halnya matematika, astronomi, astrologi, fisika, dan sastra.

Selain penduduk lokal, banyak para pelancong yang memilih singgah di kota Fes untuk dapat menimba ilmu di Universitas al-Qarawwiyyin. Bahkan tidak hanya pelajar muslim yang mendaftarkan diri di Universitas tersebut.

Setelah berdirinya Universitas al-Qarawwiyyin di Fes Maroko, mulai bermunculan lembaga pendidikan lainnya di berbagai penjuru dunia. Pada abad ke-10 M., Universitas al-Azhar asy-Syarif berdiri di tangan Bani Fathimiyah. Di abad ke-11 M., berdirilah Universitas Bologna di Italia. Dan pada abad ke-12 M., berdirilah Universitas Paris di Prancis dan Universitas Oxford di Inggris.

Banyak cendikiawan terkenal yang pernah menimba ilmu di Universitas al-Qarawwiyyin. Di antaranya adalah Ibnu Khaldun yang memelopori ilmu sosiologi, Ibnu Maimun yang dikenal di barat dengan sebutan Maimonides, Al-Bitruji seorang astronom Arab terkenal, Al-Wazan seorang penulis yang dikenal dengan Joannes Leo Africanus, dan Paus Sylvester ilmuan matematika yang menggagas teori sempoa di Eropa dan simtem angka desimal menggunakan angka Arab.

Dengan konstribusinya yang besar dalam dunia pendidikan, Fatimah Al-Fahri telah berhasil menunjukkan bahwa perempuan dapat memainkan peran nyata dalam mengembangkan kualitas masyarakat. Dan hembat penulis, Fatimah al-Fihri telah berhasil ‘menerjemahkan’ ungkapan al-umm al-madrasah al-ulâ dengan sebaik-baiknya.

Penulis: Maulidya Parasmita Rozi

Editor: Zulfa Nur Alimah

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *