Shah Faishal Masjid dan Mu’takifiin di Dalamnya

Salah satu bangunan ikonik yang berada di Pakistan dan mungkin itu merupakan salah satu bangunan yang sangat famous di kalangan masyarakat Pakistan. Letak bangunan tersebut berada di jantung ibukota Pakistan yaitu kota Islamabad, secara geografis letak bangunan yang cukup ikonik itu berada tepat di lereng bukit Margalla. Nama bangunan yang cukup ikonik tersebut yaitu Shah Faishal Masjid, bangunan ini ada tidak lain juga karena campur tangan raja Arab Saudi pada saat itu yakni raja Faishal ibn Abdul Aziz As-Saud pada proses penggagasan dan pembangunannya. Bangunan yang cukup ikonik itu dibangun kiranya pada tahun 1970-an yang lalu, arsitek dari masjid tersebut adalah seorang yang berkewarganegaraan Turki bernama Vedat Dalokay. 

Seperti biasanya ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sebagian kaum Muslimin lebih intens lagi dalam beribadah, tidak sedikit pula dari kaum Muslimin yang sudah tidak sabar untuk menanti datangnya Hari Raya tiba. Sehingga sebagian dari mereka tersebut lebih menyibukkan diri untuk pergi ke tempat-tempat perbelanjaan yang tersedia untuk membeli setiap perkakas yang berkaitan dengan Hari Raya tersebut. 

Akan tetapi ketika memasuki sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan ini biasanya pengunjung Shah Faishal Masjid semakin melonjak pesat, entah untuk yang sekedar mengabadikan momen atau bahkan yang khusyuk untuk beribadah di dalamnya. Hampir setiap tahun ketika memasuki sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan pihak pengelola masjid atau lebih tepatnya adalah Dawah Academy International Islamic University of Islamabad membuka pendaftaran kepada siapa saja yang berminat untuk menjalankan i’tikaf di masjid Faishal. Karena sejatinya Shah Faishal Masjid masih merupakan satu kesatuan dari bangunan kampus International Islamic University of Islamabad. 

Tak terlepas pula untuk tahun ini juga pihak pengelola masjid memberlakukan kebijakan tersebut, akan tetapi ada beberapa hal yang sedikit berbeda dari penyelenggaraan kegiatan ini pada tahun-tahun sebelumnya. Semenjak adanya pandemi Covid-19 ini pihak pengelola masjid memberlakukan protokol kesehatan yang ketat kepada siapa saja yang hendak melakukan i’tikaf disana. Biasanya ketika belum ada pandemi Covid-19 ada sekitar ratusan orang yang melakukan i’tikaf di sana, akan tetapi pada saat ini pihak pengelola masjid hanya memberikan jatah kepada dua puluh lima orang saja yang terpilih. 

Seperti halnya kata Dr. Qari Zia ur Rehman “Bahwasannya pada tahun ini hanya ada dua puluh lima orang yang terpilih untuk bisa melaksanakan i’tikaf di masjid Faishal. Begitu juga jarak setiap mu’takifiin yang ada disana adalah sepuluh kaki (Feet)” begitu tandasnya. Seperti halnya yang dikutip oleh kontributor website iiu.edu.pk. 

Masih menurut Dr. Zia ur Rehman bahwasannya pihak pengelola telah menyediakan sahur dan menu berbuka puasa bagi mu’takifiin didalamnya selama sepuluh hari kedepan. Begitu juga bagi para mu’takifiin harus tetap mematuhi segala macam protokol kesehatan yang telah dianjurkan atau bahkan yang telah diwajibkan oleh pihak pengelola masjid pada khususnya dan pemerintah pakistan pada umumnya. Karena sejatinya pengelolaan masjid tersebut bekerja sama dengan ministry of religious and interfaith harmony atau biasa kita terjemahkan sebagai kementerian agama Pakistan. 

Pihak pengelola juga sudah mewanti-wanti kepada para mu’takifiin untuk tetap menerapkan social distancing, begitu pula para mu’takifiin untuk tetap mengenakan masker ketika berkegiatan lainnya. Tak lupa juga pihak pengelola telah menyediakan hand sanitizer hampir di setiap penjuru dan pintu masuk masjid guna sebagai upaya ikhtiar kita dari persebaran virus ini. 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *